Home | Jurnal Medan | Pedagang di Medan Keluhkan Pembatasan Ekspor Buah

Pedagang di Medan Keluhkan Pembatasan Ekspor Buah

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sejumlah pedagang buah di Medan meminta pemerintah menunda pemberlakuan pembatasan impor produk hortikultura. Pemerintah diminta terlebih dahulu melakukan intensifikasi pertanian hortikultura sebelum memberlakukan kebijakan tersebut.

Penolakan tersebut didasari atas permintaan masyarakat akan produk buah impor yang selama ini relatif lebih tinggi dibandingkan buah lokal. Disamping karena kualitas yang relatif lebih baik, harga buah impor juga terbilang lebih murah dibandingkan buah lokal.

Salah seorang pedagang buah di bilangan Karya Wisata Medan, Hendri kepada Smart FM (4/2/2013) mengaku pembatasna impor hortikultura ini akan menggerus pendapatannya sebagai pedagang. Karena selaku pedagang ia harus mengikuti mekanisme pasar, dimana pedagang menyediakan produk yang disukai masyarakat.

Hendri mengungkapkan, sejak bergulirnya wacana pembatasan impor, pasokan buah impor mulai terbatas, dan para pemasok memasang harga tinggi. Di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih relatif rendah, tentunya kenaikan harga ini akan mengurangi pembelian, dan mengurangi omzet pedagang.

Sebelum adanya wacana pembatasan Hendri bisa memperoleh omzet hingga Rp.500 ribu perhari, saat ini maksimal ia hanya mampu menjual hingga Rp.300 ribu saja. Hendri mengaku, sejatinya para pedagang mendukung penuh upaya pembatasan impor hortikultura, sebagai bentuk proteksi terhadap produksi hortikultura lokal. Namun pemerintah dinilai terburu-buru, dan mengabaikan efek domino yang dimunculkan oleh kebijakan tersebut.

Pemerintah diminta untuk melakukan intensifikasi produksi, dengan menyediakan bibit buah yang baik, serta pelatihan teknik pembudidayaan dan pengolahan produk buah yang baik kepada petani, sebelum akhirnya memberlakukan kebijakan tersebut. Sehingga jikapun pembatasan dilakukan, ada solusi yang bisa dipilih pihak-pihak yang selama ini bergantung pada perdagangan buah impor. - Muhammad Rizki (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in