Home | Jurnal Medan | Dihempas Sepatu Bekas, Pedagang Sepatu Di Medan Menjerit

Dihempas Sepatu Bekas, Pedagang Sepatu Di Medan Menjerit

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sejumlah pengrajin dan pedagang sepatu di Medan, mengeluhkan maraknya peredaran sepatu bekas di Medan. Kehadiran sepatu bekas yang pada umumnya merupakan sepatu impor itu, telah menggerus pendapatan para pedagang sepatu, khususnya pedagang sepatu yang berjualan di lapak kaki lima.

Salah satunya Ahmad Azhari. Kepada Smart FM, Senin (14/1/2013), Pedagang sepatu di Jalan A.H Nasution Medan itu mengungkapkan, keberadaan pedagang sepatu bekas yang hampir di seluruh penjuru kota, telah membuat jumlah pengunjung ke penjual sepatu baru di sejumlah lapak kaki lima di Medan berkurang.

Sebelum masuknya sepatu bekas, ia mengaku masih dapat menjual hingga 100 pasang sepati setiap bulannya. Namun saat ini, untuk menjual 50 pasang pun, diakuinya cukup sulit. Azhari juga mengaku, pedagang sepatu baru di lapak kaki lima, sejatinya sudah cukup sulit berkompetisi meski sepatu bekas tidak masuk.

Transformasi bisnis pada distributor sepatu yang berada di Pasar Sambu Medan, yang kini juga merambah bisnis eceran, membuat para pedagang sepatu yang mendapatkan pasokan dari Pulau Jawa, kesulitan bertarung harga. Belum lagi, para pedagang sepatu baru di kaki lima juga harus dihadapkan dengan aksi arogansi aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang sering tebang pilih dalam melakukan penertiban.

Meski sama-sama menggunakan lapak illegal, namun pedagang sepatu bekas yang dibekingi preman, seperti tidak tersentuh dengan larangan berjualan di trotoar hingga badan jalan. - Muhammad Rizki (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in