Home | Jurnal Medan | Puluhan Alfamart Di Medan Beroperasi Tanpa Ijin

Puluhan Alfamart Di Medan Beroperasi Tanpa Ijin

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Medan, mengaku belum pernah menerbitkan ijin gangguan untuk outlet ritel Alfamart. Dengan kondisi tersebut, puluhan outlet Alfamart yang saat ini tersebar di sejumlah wilayah di Medan, dipastikan beroperasi secara ilegal.

Kepala BPPT Medan Wiriya Al Rahman kepada Smart FM di Medan, Selasa (8/1/2013) mengatakan, sejak Walikota Medan Rahudman Harahap merevisi Peraturan Walikota Nomor 20 tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, pihaknya belum sekalipun menerbitkan ijin baru untuk operasional outlet ritel modern. Baik untuk Indomaret yang memang telah beroperasi sejak beberapa tahun terakhir, maupun untuk outlet Alfamart yang dalam kurun waktu sebulan terakhir tumbuh cukup subur di Medan.

Wiriya juga mengaku kecewa dengan pengusa ritel maupun Alfamart secara korporate, karena dinilai kurang kooperatif untuk mengurus perijinan. Padahal lewat revisi yang telah dibuat pada Perwal tersebut, Pemerintah Kota Medan telah memberikan kemudahan bagi para pengusaha ritel untuk melakukan pengurusan ijin. Namun hingga saat ini, belum ada satupun pengusaha ritel Alfamart yang menunjukkan niat baiknya.

Pemerintah Kota Medan sendiri mengklaim pernah menertibkan salah satu outlet Alfamart di sekitar wilayah Kampus USU Padang Bulan, namun menurut Wiriya, pemerintah tetap kooperatif dan menunggu kesadaran para pengusaha ritel secara mandiri untuk melakukan pengurusan ijin. Begitupun, Pemko Medan diakui Wiriya sejatinya siap untuk melakukan penindakan, jika pengusaha outlet ritel modern baik Alfamart maupun Indomaret, tetap membandel dengan beroperasi tanpa ijin.

Operasional outlet ritel modern tanpa ijin ini, juga diakui bukan hanya merugikan Pemerintah Kota Medan yang kehilangan pajak serta retribusi dari kegiatan operasional perdagangan ritel modern tersebut. Namun juga telah merugikan masyarakat, maupun iklim usaha di Medan itu sendiri. Operasional ritel modern sesungguhnya memiliki potensi konflik sosial yang cukup tinggi, khususnya setelah sejumlah kalangan melemparkan wacana jika outlet ritel modern telah mematikan kegiatan usaha warung-warung kecil di sekitar pemukiman masyarakat.

Kondisi itu telah memaksa Pemerintah Kota Medan melakukan moratorium penerbitan ijin outlet ritel modern, yang telah dicabut di pertengahan tahun 2012 lalu. Namun sayangnya kini giliran pengusah ritel yang justru kurang kooperatif, dan seolah membuat kepastian usaha di Medan tak terjamin. - Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in