Home | Jurnal Medan | Depeda Medan Usulkan Penetapan Upah Secara Bipartit

Depeda Medan Usulkan Penetapan Upah Secara Bipartit

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Medan, mengakui penetapan Upah Minimum Kota Medan 2013 sebesar Rp.1,46 juta masih belum layak. Pasalnya nilai UMK itu masih belum mengacu pada tingkat Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Apalagi saat ini kebutuhan buruh dan bekerja terus meningkat, seiring dengan laju inflasi yang terjadi.

Ketua Depeda Medan Robert Tambunan kepada Smart FM, Selasa (13/11/2012) di Balai Kota Medan mengatakan, kemampuan perusahaan lah yang menjadi dasar perhitungan minimnya kenaikan upah. Pengusaha yang sedang merasakan dampak krisis global diakui meminta buruh untuk memahami kondisi bisnis yang terus turun belakangan ini.

Robert justru menawarkan solusi lainnya. Ia justru meminta agar penentuan besaran upah di perusahaan, sebaiknya dikembalikan kepada buruh dan pengusaha secara bipartit. Sehingga gejolak yang timbul akibat selisih margin yang diharapkan buruh, dan dimampui pengusaha, dapat diminimalir.

Buruh sendiri bersikeras menolak besaran upah yang telah ditetapkan pemerintah. Kelompok buruh yang berunjuk rasa hari ini di Medan menuntut agar pemerintah menetapkan kenaikan upah sesuai anjuran pemerintah. Dengan proyeksi nilai upah baru mencapai Rp.2,5 juta - Muhammad Rizki

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in