Home | Jurnal Medan | Pemerintah Ingkar Tertibkan Terminal Liar, 12 Ribu Supir di Medan Mogok Massal

Pemerintah Ingkar Tertibkan Terminal Liar, 12 Ribu Supir di Medan Mogok Massal

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sekitar 12 ribu supir angkutan di Medan, Senin (22/10/2012) melakukan aksi mogok di Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris Medan. Aksi tersebut dilakukan karena pemerintah kota yang dinilai ingkar dengan janjinya menertibkan operasional terminal liar dan angkutan berplat hitam yang saat ini secara terang-terangan beroperasi di sejumlah wilayah di Medan.

Kordinator para supir Israel Situmeang mengatakan, aksi mogok ini sebagai desakan langsung para supir yang selama ini dirugikan dengan kehadiran terminal dan angkutan liat itu. Pasalnya sebagai pengendara angkutan yang sah, pemerintah menarik retribusi dan pajak pada pengusaha angkutan, yang tentunya juga berdampak pada para supir. Sementara terminal dan angkutan liar itu beroperasi tanpa membayar kewajibannya, dan tidak terikat pada ketentuan trayek yang ditetapkan pemerintah.

 

“Kemarin dulu sudah kita sampaikan agar pemerintah serius melakukan penertiban terhadap terminal dan angkutan ilegal ini.  Tapi terus ada pembiaran terhadap operasional mereka. Ini namanya sudah tidak lagi ada kepastian. Aksi mogok ini kami lakukan untuk mendesak pemerintah melayani kami yang membayar retribusi dan pajak, bukan lagi melayani pelayan kantong-kantong oknum yang membekingi operasional angkutan dan terminal liar itu. Kalau pemerintah tidak serius, biar saja angkutan liar itu yang melayani masyarakat. Toh selama ino kejelasan terkait trayek juga terus dibiarkan pemerintah. Kemarin sempat meledak kan antara supir binjai dengan medan, apa masih mau terus dibiarkan bom waktu ini.”Jelasnya

 

Israel yang juga merupakan Ketua Kesatuan Sopir dan Pemilik Angkutan (Kesper) Sumatera Utara ini juga menyebutkan, aksi unjuk rasa ini sehubungan dengan keberatan para supir dan pengusaha angkutan yang menyatakan keberatan dengan kutipan yang dilakukan oknum kepolisian di direktorat lalu lintas polda Sumatera Utara dalam pengurusan sim untuk supir angkutan.  Disamping sulit, para supir juga dibebankan biaya di atas Rp.300 ribu sesuai ketetapan pemerintah. Bahkan biaya yang harus dikeluarkan terkadang mencapai 2 hingga tiga  kali lipatnya.

 

“Jumlah Supir yang mogok mencapai 12 ribu ini saya pikir dapat menjadi gambaran bagi pemerintah bahwa kondisi yang kami rasakan ini merupakan kondisi umum yang dirasakan supir angkutan di Sumut.  Bukan hanya pemerintah, Kapolda juga harus sadar jika selama ini polisi ikut mempersulit kami. Tak punya SIM kami ditilang, tapi  mengurus SIM saja sudahlah susahnya enggak tanggung, masih harus bayar berkali-kali lipat pula. Jadi istilahnya sudah terjatuh, di timpa tangga lah kami ini sekarang. Benar-benar tidak ada kepastian.”Tegasnya

 

Sementara itu di tempat terpisah Kepala Dinas Perhubungan Medan yang dikonfirmasi, hanya memberikan jawaban yang diplomatis. Renward Parapat mengaku telah mempelajari desakan para supir sejak beberapa waktu lalu. Namun ia mengaku seluruh permintaan para supir belum dapat dipenuhi, karena adanya mekanisme dan prosedur yang harus terlebih dahulu dilewati. Perlu pula ditinjau ulang seluruh permintaan para supir agar tak bertentangan dengan ketentuan yang ada.

 

“Kita dengar kok aspirasi mereka. Kalau dinilang kita tidak tindak ya tidak juga. Kita lakukan operasi kok. Tapi kita kan enggak bisa seharian menunggu mereka. Kalau kita lihat pasti kita tertibkan. Kalau terkait tuntutan lain, kita masih pelajari. Kan enggak mungkin juga kita tabrak aturan hanya untuk mengaminkan permintaan para supir.”Jelasnya

 

Pantauan Smart FM di sejumlah lokasi di Medan, aktifitas warga yang hendak berangkat kerja maupun sekolah sempat terganggu karena tak ada angkutan kota yang beroperasi. Namun pemerintah bersama  sejumlah instansi telah menurunkan truk untuk mengangkut masyarakat yang belum bisa menjalankan aktifitas sehari-harinya. Aksi mogok ini tentunya tak diharapkan warga, karena disamping mengganggu aktifitas, aksi mogok ini dapat melumpuhkan kegiatan ekonomi warga. - Muhammad Rizki (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in