Home | Jurnal Medan | Rawan Banjir, Proyek Sistem Drainase Pemko Medan Dinilai Timpang

Rawan Banjir, Proyek Sistem Drainase Pemko Medan Dinilai Timpang

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sejumlah warga di Medan mengeluhkan buruknya sistem drainase perkotaan yang disiapkan pemerintah kota Medan. Disamping tak digarap secara menyeluruh, pembangunan sistem drainase baru justru menyebabkan daerah yang selama ini tak rawan banjir, namun belum terkena dampak pembangunan drainase menjadi sasaran banjir.

Andang Suyadi, warga kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan Petisah mengatakan, dari belasan jalan di kelurahan tempatnya tinggal, hanya jalan di tempatnya saja yang belum mendaptkan manfaat program peningnkatan kualitas drainase yang dilakukan pemerintah kota. Pemerintah kelurahan dan kecamatan sendiri sudah pernah ditanyakan terkait hal ini, namun karena jalan kuali tempatnya tinggal bukan merupakan daerah yang selama ini terkena banjir, maka menjadi prioritas terakhir. Padahal selayaknya jalan lain di kelurahan tersebut, jalan kuali berbatasan langsung dengan sungai besar.

 

“Dari dulu memang warga di tempat saya ini rajin bergotong royong melakukan pembersihan parit. Bahkan kita secara swadaya pernah meningkatkan kualitas parit kita supaya kalau hujan kita tidak terganggu. Maklum lah dibelakang kita ini ada sungai. Tapi sekarang sewaktu ada pembangunan dari pemerintah, justru kita yang enggan kebagian, dan kecewanya kita, justru tempat kita yang jadi sasaran banjir kalau hujan turun. Kita harus dihadapkan sama genangan air setelapak kaki kalau hujan deras.”Keluhnya pada Smart FM, Senin (22/10/2012).

 

Keluhan yang sama juga disampaikan Asril warga kelurahan Kota Matsum 1 Kecamatan Medan Area. Menurutnya perencanaan proyek drainase pemerintah sangatlah buruk. Wilayahnya yang merupakan wilayah padat penduduk sejak puluhan tahun belum mendapatkan proyek peningkatan kualitas drainase. Padahal di wilayahnya yang dulu hanya perumahan masyarakat biasa, kini telah banyak berubah menjadi rumah toko, yang tentunya membutuhkan peningkatan kualitas drainase. Tak ayal, setiap hujan deras datang, hampir seluruh jalan wilayah di kelurahan tempatnya tinggal akan tergenang oleh air.

 

“Wilayah kita ini kan memang dari dulu wilayah pemukiman.  Kawasan kita ini kan kawasan padat, apalagi sekarang disini banyak ruko-ruko. Drainase pun banyak ditutup oleh ruko-ruko itu, sementara paritnya sejak saya kecil ya begini saja, enggak pernah ada perbaikan. Jadi enggak heran juga kalau jadi banjir. Kita berharap pemerintah ini turun ke lapangan sebelum membuat kajian tentang proyek, sehingga pembangunan drainase efektif, dan tidak di tempat tertentu saja, sesuai pesanan pejabat-pejabat.”Tandasnya – Muhammad Rizki (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in