Home | Jurnal Medan | Pemprop Sumut Klaim Berhasil Tekan Angka Konsumsi Beras

Pemprop Sumut Klaim Berhasil Tekan Angka Konsumsi Beras

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mengklaim telah berhasil menekan angka konsumsi beras di masyarakat. Hal itu ditunjukkan melalui tingkat kebutuhan beras yang turun sebesar 1,6 persen. Capaian itu disinyalir terwujud karena dukungan teknologi tepat guna dalam meningkatkan hasil panen para petani dari berbagai komoditi.

Plt Gubsu Gatot Pudjonugroho mengatakan, pihaknya akan terus mendorong petani untuk menggunakan penggabungan teknologi pembudidayaan tanaman pangan, agar hasil produksi dapat dimaksimalkan. Namun di sisi lain, pemerintah juga gencar menyuarakan diversifikasi pangan lewat program manggadong, sehingga tingkat konsumsi beras menurun.

 

“Tingkat konsumsi beras  di masyarakat kita menurun sekitar 1,6 persen. Tidak terlalu besar memang, namun kalau dilihat laju pertumbuhan penduduk kita yang cukup tinggi, penurunan ini tentunya sangat menggembirakan. Maka dari itu, kita akan terus genjot hasil petani dengan pemanfaatan teknologi pembudidayaan maupu  pengolahan lewat program manggadong yang sudah ada.”Ungkapnya pada Smart FM, Selasa (16/10/2012).

 

Gatot juga meminta petani agar koopertif dengan pelaksanaan program pemerintah untuk meningkatkan produksi. Pasalnya jika diversifikasi belum berjalan, sementara ketergantungan akan beras cukup tinggi, maka impor tak akan terelakkan. Dan kecenderungannya, harga beras petani akan tertekan dengan kehadiran beras impor itu.

 

“Saya pikir petani juga senang jika produksinya meningkat. Ini sejalan dengan kita. Kita minta agar petani lebih kooperatif sehingga target produksi bisa dicapai dan impor bisa ditekan.  Ini akan menguntungkan kita semua kok.”Jelasnya

 

Dalam menyukseskan program intesifikasi pertanian dan diversifikasi pangan ini pun, Gatot mengajak kalangan sekolah dan kampus untuk ikut ambil bagian, dengan menciptakan teknologi dan mesin-mesin pendukung keberadaan industri pangan ini.

 

“Kita siap memfasilitasi dan mendanai penelitian siswa SMK untuk menciptakan teknolgi baru atas mesin pertanian, maupun inovasi produk pupuk rangsangan organik. Kita serius dengan teknologi ini.”Tutupnya – Muhammad Rizki (AS)

 

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in