Home | Jurnal Medan | BI Minta Perbankan Serius Garap APMK

BI Minta Perbankan Serius Garap APMK

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Bank Indonesia meminta perbankan berpartisipasi secara aktif dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung transaksi non-tunai bagi masyarakat. Hal itu sehubungan dengan upaya Bank Indonesia meningkatkan keamanan bertransaksi, serta mensosialisasikan penggunaan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK).

Deputi direktur divisi sistem pembayaran Bank Indonesia perwakilan IX Sumut Aceh Kahfi Zulkarnain mengatakan, selama ini para nasabah perbankan sering mengeluhkan sulitnya melakukan transaksi non tunai, baik untuk aktifitas internal perbankan, maupun transaksi perdagangan di merchant-merchant. Padahal setiap bank mengklaim telah memiliki sistem komputerisasi yang memadai, sehingga seharusnya perbankan bisa lebih serius melakukan perbaikan. 

  

“Dengan transaksi non-tunai menggunakan kartu ini, sebenarnya perbankan yang paling diuntungkan. Karena pada dasarnya market perbankan akan semakin luas. Tapi kalau sistemnya tidak dikelola sebaik mungkin, yang ada ya masyarakat semakin jauh dari perbankan. Kita ingin memodernisasi sistem pembayaran di masyarakat dengan pemanfaatan bank. Tapi tentunya harus terlebih dahulu mendekatkan perbankan ke masyarakat. Dan ini perlu peranan seluruh perbankan.”Jelasnya pada Smart FM di Medan, Selasa (16/10/2012)

 

Disamping perbaikan sistem, perbankan juga diminta lebih giat melakukan penetrasi langsung ke masyarakat dalam mensosialisasikan penggunaan transaksi non-tunai ini. Saat ini sejumlah perbankan diakui tengah gencar melakukan sosialisasi dan diperkirakan pembayaran non-tunai ini akan segera menjadi tren di masyarakat.

 

“Sembari melakukan sosialisasi ke masyarakat, perbankan yang tengah menggenjot promosi di transaksi non-tunai ini juga tengah membangun kerjasama dengan merchant-merchant penerima transaksi non-tunai ini. Saya prediksi untuk daerah-daerah perkotaan seperti Medan, model transaksi ini akan cepat menjadi tren, sehingga kalau perbankan yang lain ketinggalan, akan sulit menjajal pasar dikemudian hari. Apalagi terkait teknologinya, tentunya nanti akan semakin mahal.”Ucapnya.

 

Transaksi non-tunai sendiri saat ini dapat dilakukan dalam beberapa bentuk. Diantaranya menggunakan mesin pembayaran non-tunai di kantor-kantor cabang bank untuk sejumlah transaksi terbatas, seperti pembayaran rekening listrik, ponsel dan kartu kredit. Disamping itu ada pula metode kartu yang dapat diisikan sejumlah donasi, dan dapat digunakan berbelanja dengan batasan donasi tersebut di toko-tokok yang menjalin kerjasama dengan penyedia kartu transaksi non-tunai. – Fika Rahma (AS)

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in