Home | Jurnal Medan | Perempuan Berperan Besar Dalam Pemenuhan Pangan Keluarga

Perempuan Berperan Besar Dalam Pemenuhan Pangan Keluarga

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Tim Penggerak dan Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumatera Utara mengajak seluruh ibu rumah tangga dan kaum perempuan di Sumatera Utara, untuk memaksimalkan halaman rumah masing-masing sebagai lahan pertanian pangan.

Ketua Tim PKK Sumut Sutias Handayani Gatot Pudjonugroho mengatakan, dengan iklim dan kondisi cuaca yang ada di Sumut, setiap inci lahan di Sumut sejatinya berpeluang untuk dijadikan lahan penghasil tanaman pangan sekunder seperti cabai, sayuran maupun tanaman hortikultura.  Sehingga upaya pemanfaatan laha ini seharusnya bisa dimanfaatkan guna dapat memenuhi kebutuhan sendiri, maupun untuk menghasilkan pendapatan tambahan.

 

“Kondisi geografis kita memungkinkan untuk menjadikan lahan pekarangan menjadi lahan pertanian pangan sekunder. Selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri, kan pekarangan jadi lebih asri kelihatan. Sebenarnya ini pernah membudaya, termasuk di perkotaan. Namun karena keterbatasan lahan serta perubahan perilaku hidup masyarakat yang semakin instan, banyak yang mulai meninggalkan halamannya ini. Kita sendiri di PKK sudah menggalakkan pemanfaatan pekarangan kembali. Beberapa kelompok dampingan kita juga sudah memulai. Tapi akan lebih baik lagi kalau upaya ini dijadikan gerakan besar yang lebih masiv.”Jelas pada Smart FM, Senin (15/10/2012) di Medan.

 

Isteri Plt Gubsu Gatot Pudjonugroho itu juga mengatakan, sebagai upaya nyata dalam perwujudan gerakan penanaman di pekarangan rumah secara masiv, Tim PKK Sumut telah memberikan edukasi dan pengetahuan tentang pemanfaatan pekarangan rumah menjadi perkebunan. Disamping itu, bantuan berupa bibit tanaman pun secara berkala juga diberikan.

 

“Kalau masalahnya di bibit, kita siap memfasilitasinya. Sekarang saja kita tetap rutin memberikan bibit tanaman pada masyarakat. Kalau masalahnya di lahan, pertanian tanaman sekunder bisa dilakukan di lahan sempit kok. Kan ada teknologi pembudidayaan yang memungkinkan. Seperti mencangkok atau menanam di wadah. Kita juga sudah mengedukasi kelompok dampingan, dan ini terbuka luas bagi masyarakat. Jadi tinggal persoalan kemauan.”Tandasnya. – Fika Rahma (AS)

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in