Home | Jurnal Medan | Lahan Jadi Kendala Utama Pembangunan Proyek Asahan III

Lahan Jadi Kendala Utama Pembangunan Proyek Asahan III

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Proyek pembangunan Pembangkitan Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III mengalami kemandegan. Kondisi itu terjadi karena hingga saat ini Kementerian Kehutanan belum mengeluarkan ijin pengalihan lahan status lahan proyek Asahan III, dari kawasan hutan menjadi kawasan non-hutan.

Kepala Dinas Kehutanan Sumut, James Budiman Siringoringo kepada Smart FM (11/10/20120) mengatakan, Pemprov Sumut dan PLN telah menyampaikan permohonan pengalihan status lahan proyek Asahan III,  yang berada di dua kabupaten yakni Toba Samosir dan Kabupaten Asahan.  Namun hingga saat ini belum ada keputusan terkait permohonan tersebut.

 

“Pembangunan Asahan III belum dapat dilaksanakan karena memang lahannya belum ada. Saat ini kan sitenya masih berstatus kawasan hutan. Sudah kita mohonkan memang untuk dialihkan. Totalnya 200 hektare, tapi belum ada jawaban. Kita tunggu komitmen pemerintah saja lah. Kalau kita di Sumut tentunya ingin proyek itu cepat berjalan.”Ujarnya

 

James mengatakan, pemerintah harus cepat dalam menyelesaikan persoalan lahan ini, karena kawasan hutan yang saat ini ditinggali masyarakat itu, berpotensi memunculkan konflik, yang pada akhirnya akan menjadi masalah baru dalam realisasi proyek tersebut.

 

“Lahan berstatus kawasan hutan itu kan bukan kosong, ada masyarakat disana. Ini berpotensi konflik kalau terus dibiarkan. Mereka saat ini sudah meminta ganti rugi jika kawasan hutan tersebut dipakai.  Karena mereka beranggapan, jika lahan tersebut merupakan miilik mereka.

 

Sementara itu sebelumnya Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Medan beberapa waktu lalu mengatakan, tertundanya proses pengalihan kawasan hutan di Sumut, termasuk lahan PLTA Asahan III, karena hingga saat ini pemerintah propinsi belum menyampaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) propinsi pada pemerintah pusat, sehingga pengalihan tersebut belum dapat dilakukan.  

 

“Permohonan peralihan status kawasan hutannya sudah kita terima, tapi ini masih menunggu Perda RTRW Propinsi, agar peralihan yang dilakukan tidak menimbulkan persoalan baru. Sabar dulu lah, kita tunggu pemdanya untuk menyelesaikan RTRW dulu.”Tandasnya – Fika Rahma (AS)

Subscribe to comments feed Comments (5 posted)

avatar
Shoot, who would have thohgut that it was that easy?
avatar
BS low - <a href="http://gnpmkwnsj.com">ratanoility</a> high! Really good answer!
avatar
That's a clever answer to a tricky qutiseon http://tfusicqsb.com wwwdzq [link=http://fcrxzhxk.com]fcrxzhxk[/link]
avatar
Thanks for sharing. Your post is a useful <a href="http://rmxiqinyyxn.com">conruibttion.</a>
avatar
That instihg's perfect for what I need. Thanks! http://nlnndiwk.com vttkul [link=http://wndsacftnf.com]wndsacftnf[/link]
total: 5 | displaying: 1 - 5

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in