Home | Jurnal Medan | Sumut Minim Tenaga Penyuluh

Sumut Minim Tenaga Penyuluh

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Badan Kordinasi Penyuluhan Sumatera Utara mengakui minimnya keberadaan lembaga dan tenaga penyuluh pertanian di Sumut. Kondisi ini pula disinyalir akan menghambat suksesi percepatan swasembada pangan di Sumatera Utara.

Kepala Badan Kordinasi Penyuluhan Sumut Bonar Sirait mengatakan, dari 33 kabupaten/kota di Sumut, baru 6 diantaranya yang secara khusus memiliki lembaga penyuluhan pertanian. Sementara 27 lainnya masih diakomodasi di dinas pertanian, peternakan maupun kehutanan di masing-masing daerah.  

 

“Iya memang minim sekali lembaga penyuluhan pertanian. Pemerintah kabupaten/kota di Sumut ini kurang begitu agresif meningkatkan hasil pertanian. Dengan disatukannya penyuluh pada dinas, akibatnya kembali ke persoalan administratif, padahal harusnya penyuluh itu harus fokus di lapangan mendampingi petani. Kondisi ini memamg cukup memprihatinkan, tapi juga tidak mudah, karena membutuhkan komitmen banyak pihak.”Ujarnya kepada Smart FM, Kamis (11/10/2012). 

 

Bonar menyebutkan, minimnya peran serta pemerintah daerah dalam pembentukan lembaga penyuluhan, diperparah dengan jumlah dan sebaran penyuluh pertanian yang juga belum ideal.

 

“Kelompok tani kita sekitar 24 ribu kelompok, yang tersebar di 5700 desa di Sumut. Jumlah ini sangat tidak memadai, karena secara ideal, setiap penyuluh hanya bertugas maksimal untuk 16 kelompok tani saja. Tapi faktanya sekarang ada 1 penyuluh yang melayani beberapa desa sekaligus yang jumlah kelompok taninya lebih dari seharusnya. Harusnya ada penambahan sekitar dua kali lipat, jika memang pemerintah ingin memajukan sektor pertanian, peternakan dan perkebunan. Apalagi saat ini ancamannya krisis pangan.”Jelasnya.

 

Peran penyuluh pertanian ini sendiri sangat vital mengingat upaya pemerintah mensuksesi percepatan swasembada pangan, dilakukan ditengah keterbatasan lahan pertanian, serta ancaman alih fungsi yang terus terjadi. Dengan revitalisasi peran penyuluh ini, petani diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian tanpa harus melakukan penambahan lahan. Namun tentunya, keberadaan penyuluh ini harus didukung dengan ketersediaan riset dan pengembangan teknologi pertanian serta pengolahan pangan.- Fika Rahma (AS)

 

Subscribe to comments feed Comments (5 posted)

avatar
ACHMAD ZAROEKI mengatakan:Memang snaagt memprihatinka nasib para mantan Perangkat Desa (Perangkat Desa yang sudah pada purna ). Mereka sudah mengabdi puluhan tahun. Emang sih selama bekerja ada bengkok sebagai gaji. Tapi setelah purna mereka ga punya penghasilan apa-apa lagi. Terus bagaimana mereka berjuang melanjutkan menafkahi dirinya dan keluarganya .? Akankah terus menerus bagini ? Makanya ini saatnya kalau memang Pemerintah mau ikut peduli terhadap nasib Perangkat Desa. HARGA MATI .. PERANGKAT DESA DIANGKAT PNS ..!
avatar
Good to see real expertise on display. Your <a href="http://ujbzthowz.com">cottribunion</a> is most welcome.
avatar
That's a brilliant answer to an ineestrting question http://ygbtsxd.com qkowcih [link=http://yrofncfyptj.com]yrofncfyptj[/link]
avatar
I'm so glad that the <a href="http://mxyeqkyr.com">inentret</a> allows free info like this!
avatar
Thanks guys, I just about lost it lokonig for this. http://kevwdsbbgo.com jxofbqy [link=http://yomvhivn.com]yomvhivn[/link]
total: 5 | displaying: 1 - 5

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in