Home | Jurnal Medan | Pengamat : Cina Menguntungkan, Eropa Menyeimbangkan

Pengamat : Cina Menguntungkan, Eropa Menyeimbangkan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Upaya Asosiasi Pengusaha Indonesia merevitalisasi kerjasama antara Indonesia dan Eropa, dinilai sangat positif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, maupun Sumatera Utara sebagai daerah yang terdampak dari revitalisasi tersebut. Bahkan peningkatan kerjasama di berbagai sektor ini pun dinilai akan menjadi kerjasama alternatif setelah kerjasama dengan cina, menempatkan Indonesia di posisi yang kurang mampu bersaing.

Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara Wahyu Ario Pratomo mengatakan, kerjasama yang selama ini dibangun dengan Cina cenderung monoton, karena produk yang dipasarkan Cina di Indonesia pada umumnya merupakan produk yang diproduksi oleh pengusaha dan industri lokal. Hanya saja harga dan kualitas produk Cina terbilang lebih murah sehingga cukup diminati. Namun dengan direvitalisasinya kerjasama dengan Eropa, maka industri dan pasar dalam negeri akan lebih bergairah. Pasalnya masyarakat akan disuguhkan dengan produk yang lebih beragam, sementara pemasaran produk lokal di Eropa akan semakin meningkat.

“Siapa bilang kita tidak diuntungkan. Pasti untunglah makanya berdagang. Meski memang banyak sektor dalam negeri yang akhirnya lesu, karena kalah saing dengan produk Cina. Kalau kita lihat, pangsa pasar produk Cina juga sudah menurun, karena masyarakat mulai butuh kualitas. Makanya, dengan keberadaan Eropa ini, akan menjadi penyeimbang untuk kerjasama kita dengan Cina. Seperti ada alternatif lah begitu.”Jelasnya pada Smart FM Kamis (4/10/2012).

Wahyu menambahkan, peningkatan kerjasama ini juga akan memberikan kontribusi pada Indonesia, berupa dukungan atas teknologi yang ada di Eropa. Dimana dimungkinkan, industri lokal akan mudah mendapatkan mesin-mesin dan teknologi produksi terbaru yang sudah dipakai di benua biru itu.

“Mereka kan teknologi produksinya lebih baik, makanya ini akan menjadi pembelajaran juga bagi industri kita di dalam negeri. Apalagi ada insentif berupa kredit, ini akan semakin membuat industri kita termodernisasi.”Jelasnya. Fika Rahma

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in