Home | Jurnal Medan | Penerima ARV Di Medan hanya 300 Orang

Penerima ARV Di Medan hanya 300 Orang

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Medan mengungkapkan, dari sekitar 3000 orang penderita HIV/AIDS yang tercatat di Medan, baru sekitar 300 orang diantaranya yang wajib mengkonsumsi Anti Retroviral Virus (ARV). ARV merupakan obat penyokong hidup untuk meningkatkan jumlah anti bodi penderita HIV/AIDS yang memungkinkan penderita HIV/AIDS lebih kebal terhadap infeksi dapatan.

Pengelola Program KPA Medan Budi Utomo kepada Smart FM, Rabu (3/10/2012) mengatakan,  rendahnya jumlah pengguna ARV ini menggambarkan jika tingkat kesadaran penderita HIV/AIDS di Medan untuk menjalani hidup sehat sudah cukup tinggi. Sehingga para penderita yang terdata belum membutuhkan asupan ARV.

 

“ARV ini kan diberikan pada pasien penderita yang jumlah elemen kekebalan tubuh (CD4)-nya kurang dari 250. Obat ini kan gratis, pemeriksaannya juga. Kita sudah berkordinasi dengan seluruh rumah sakit (RS) milik pemerintah dalam pendataannya. Hingga hari ini baru 300 orang. Jadi bisa kita simpulkan kalau penderita HIV/AIDS di Medan ini terbilang cukup sehat. Karena kalau memang butuh, tak ada alasan untuk tak datang ke klinik untuk mendapatkan ARV.”Pungkasnya

 

Sekedar Informasi, terhitung sejak 2006 hingga September 2012, jumlah pengidap HIV/AIDS di Medan telah mencapai 3277 orang. Dimana berdasarkan kelompok risiko, kelompok heteroseksual menempati posisi tertinggi di angka 277 orang. Diikuti kelompok pengguna narkoba suntik sebanyak 77 orang dan kelompok penularan secara vertikal lewat kegiatan menyusui sebanyak 10 orang. Sementara dua terendah diantaranya dari kalangan homoseksual 6 orang dan melalui transfusi darah sebanyak 3 orang.

 

“Data sebanyak 3277 orang penderita HIV/AIDS ini kita catat melalui klinik pelayanan HIV/AIDS yang ada di Medan dan terkordinasi dengan kita. Yakni RS Adam Malik, RS Haji, RS Pirngadi, RS Brimob Polda Sumut, dan RS Kesehatan Kodam. Setiap klinik itu juga siap melayani pasien HIV/AIDS jika dibutuhkan. Saat  ini kordinasi dengan RS swasta juga tengah diupayakan, agar pelayanan kepada para pasien HIV/AIDS dapat dilakukan secara maksimal, dan angka penyebaran dapat ditekan.”Tutupnya. – Muhammad Rizki

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in