Home | Jurnal Medan | Gelapkan Dana, Mantan Kanit BRI Gunung Tua Divonis 5 Tahun Penjara

Gelapkan Dana, Mantan Kanit BRI Gunung Tua Divonis 5 Tahun Penjara

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (3/10/2012) akhirnya memvonis Nusyirwan, mantan Kepala Unit Gunung Tua Bank Rakyat Indo Medan nesia (BRI), dengan hukuman penjara 5 tahun. Berdasarkan fakta persidangan, Nusyirwan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan secara sengaja tindak pidana penggelapan dana nasabah sebesar lebih dari Rp. 600 juta.

Majelis Hakim PN Medan yang diketuai oleh Ahmad Guntur dalam putusannya mengatakan, perbuatan Nusyirwan mengambil uang senilai Rp. 600 juta dari brankas bank dan selanjutnya digunakan untuk kepentingan pribadinya, telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Terdakwa pun dijatuhi hukuman yang cukup berat, karena tindakan tersangka dinilai telah mencoreng nama baik perbankan secara menyeluruh.

 

“Setelah memperhatikan dan mempertimbangkan seluruh fakta persidangan, kami memutuskan tersangka secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana yang dituduhkan kepadanya. Disamping hukuman penjara 5 tahun, kami juga memutuskan terdakwa berkewajiban menggembalikan seluruh dana yang digelapkan  atau dapat digantikan dengan hukuman 1 tahun penjara. Terdakwa juga diwajibkan membaya denda sebesar 50 juta rupiah, subsider 3 bulan kurungan.”Jelasnya pada Smart FM, Rabu (3/10/2012).

 

Nusyirwan sendiri mengakui perbuatannya menggelapkan dana nasabah. Ia mengatakan, dana tersebut diambil dari brankas petugas kasir yang kebetulan berhalangan hadir. Aksi tersebut pun dilakoninya secara bertahap sejak Juni 2012. Dana hasil penggelapan itu pun diakui telah habis, untuk keperluan membayar hutang dan membuka usaha mini market.

 

“Kita pikir-pikir dulu lah sebelum mengambil langkah banding. Saya akui kalau saya mengambil uang itu. Tapi sudah habis untuk membayar hutang dan mebuka minimarket. Makanya kalau diamanatkan untuk mengembalikannya, saya juga enggak tahu harus ambil dari mana.”Tandasnya. – Muhammad Rizki

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in