Home | Jurnal Medan | KPAI : 35 Persen Jajanan Sekolah Tak Sehat

KPAI : 35 Persen Jajanan Sekolah Tak Sehat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan hampir 35 persen makanan yang dijajakan di sekolah seluruh Indonesia, belum memenuhi unsur kelayakan konsumsi dan kesehatan. Kondisi ini pun cukup mengkhawatirkan, karena dinilai dapat menghambat pertumbuhan kualitas anak Indonesia.

Anggota Tim Ahli KPAI Rahmad Santika kepada Smart FM di Medan, Rabu (3/10/2012) mengatakan, makanan yang masuk kategori tak layak konsumsi dan tak sehat itu, utamanya merupakan makanan yang telah terinfeksi dengan bakteri dan kuman, maupun zat aditif serta zat lainnya yang ditambahkan saat proses produksi. Padahal kontaminasi zat-zat tersebut sangat mungkin mengganggu metabolisme tubuh anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan.

 

“Sulit mengawasi anak untuk mendapatkan makanan yang sehat di sekolah. Apalagi jajanan sekolah biasanya dijajakan diluar sekolah, yang tak bisa diawasi setiap saat oleh pengelola sekolah. Makanya kita minta orang tua yang ikut ambil peran, mengawasi konsumsi anak-anaknya. Misalnya dengan menyiapkan bekal, agar anak mengurangi kebiasaan jajan di sekolah.”

 

Rahmad Santika juga menghimbau pemerintah daerah, untuk secara proaktif melakukan pengawasan mulai dari hulu hingga hilir konsumsi jajanan sekolah ini. Di sisi hulu pemerintah dinilai perlu melakukan pengetatan pengawasan terhadap peredaran zat-zat berbahaya yang sering digunakan untuk bahan campuran makanan.  Sementara di sisi hilir, pengawasan terhadap penjual jajanan sekolah juga harus dilakukan, seperti melakukan pendataan, maupun pengecekan secara berkala terhadap jajanan yang dijual.

 

“Jajan ini kan sudah jadi kebiasaan. Jadi enggak gampang juga kita melarang siswa-siswa sekolah untuk tidak membeli jajanan. Makanya pemerintah juga harus proaktif dengan melakukan pengawasan. Sehingga jika diintegrasikan dengan upaya yang dilakukan orang tua dan guru, maka peredaran jajanan tak layak konsumsi kan pada akhirnya bisa ditekan.”Tandasnya. – Fika Rahma

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in