Home | Jurnal Medan | Minim Sosialisasi, Pelayanan Jampersal di Medan Rawan Penyelewengan

Minim Sosialisasi, Pelayanan Jampersal di Medan Rawan Penyelewengan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dinas Kesehatan Medan mengaku belum mampu melayani masyarakat lewat program jaminan persalinan (jampersal) secara maksimal. Pasalnya sosialisasi terkait program pemerintah pusat itu, belum tersosialisasi secara menyeluruh.

Belum maksimalnya pelayanan jampersal tersebut, tergambar dari realisasi penyerapan anggaran jampersal yang diamanatkan pada pemkot Medan. Dari Rp.5 Miliar dana yang disiapkan, baru sekitar 50 persennya saja yang berhasil disalurkan dalam bentuk pelayanan bersalin di balai layanan kesehatan umum yang menjadi provider jampersal.


“Baru 50 persen yang tersalurkan. Kita akui ini masih rendah, ditengah angka kelahiran yang cukup tinggi di Medan. Kita sinyalir karena sosialisasi belum maksimal. Tapi tengah kita upayakan.”Ucap Kepala Bidang Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Medan Johana Siregar kepada Smart FM, Senin (1/10/2012).

 

Johana menambahkan, faktor pendorong belum maksimalnya penyerapan jampersal ini juga disebabkan karena tingkat kesadaran masyarakat untuk memiliki 2 anak lewat program keluarga berencana (KB) sudah cukup tinggi.

 

“Angka kelahiran memang tinggi, tapi sebenarnya masyarakat sudah mulai sadar untuk memiliki 2 anak sesuai dengan program KB. Tapi ya mau bagaimana lagi, angka usia produktif kita memang tinggi. Dan ironisnya banyak yang minim informasi akan layanan gratis jampersal ini.”Pungkasnya

 

Kurangnya sosialiasi jampersal ini pun pada akhirnya dimanfaatkan sejumlah balai layanan kesehatan umum provider jampersal untuk melakukan kutipan ilegal. Seperti yang terjadi beberapa hari terakhir di Medan, dimana ditemukan salah satu rumah sakit yang mengutip biaya persalinan pada pasien pengguna jampersal.

 

“Nah persoalan kutipan liar itu, kita memang akui ada. Kita juga menemukan dan akan segera kita tindak. Tapi ya itu tadi, ini semua karena belum tersampaikannya informasi terkait jampersal ini secara baik. Kalau terkait Rumah Sakit Wahyu yang dituding melakukan kutipan atas pasien jampersal, kita dalami dulu lah. Kalau terbukti baru kita tindak. Lagipula ini kan bisa dipidanakan.”Jelasnya – Muhammad Rizki

 

 

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in