Home | Jurnal Medan | September, Sumut Deflasi 0,03 Persen

September, Sumut Deflasi 0,03 Persen

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pergerakan harga di Sumatera Utara mengalami deflasi sebesar 0,03 persen pada September 2012. Pergerakan harga tersebut terbentuk dari pergerakan harga di tiga kota dengan indeks harga konsumen di Sumut, yang mengalami deflasi cukup signifikan.

Kepala BPS Sumut Suharno mengatakan, Medan sebagai kota dengan peran lebih dari 80 persen terhadap pergerakan harga di Sumut, memberikan dorongan terbesar pada tingkat inflasi tersebut. Pada September 2012, ibukota Sumatera Utara ini mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Tingkat pergerakan harga di Medan ini diikuti oleh dua kota dengan IHK lainnya yakni Kota Padang Sidempuan dan Kota Sibolga.

 

“Dari empat kota IHK di sumut, hanya Kota Pematang Siantar yang mengalami inflasi. Kota terbesar kedua di Sumut ini mengalami inflasi sebesar 0,48 persen. Kalau Medan inflasinya terbilang kecil di angka 0,02 persen. Tapi karena perannya paling besar terhadap pergerakan harga, tentunya angka 0,02 persen itu sangat signifikan. Sementara untuk Kota Padang Sidempuan deflasi sebesar 0,48 persen, sedangkan Kota Sibolga juga Deflasi 0,92 persen.”Jelasnya saat memberikan keterangan pers di Kantor BPS jalan Asrama Medan, Senin (1/10/2012) siang.

 

Suharno menyebutkan, deflasi pada September ini membuat laju pergerakan harga kumulatif di Sumut selama Januari – September 2012 mencapai 3 persen. Dimana Medan dengan laju inflasi mencapai 2,76 persen, Pematang Siantar 4,58 persen, Sibolga 3,08 persen dan Padang Sidempuan 2,52 persen.

“Inflasi Kumulatif kita sampai September sudah mencapai 3 persen. Terbesar di Siantar dengan nilai sebesar 4,58 persen. Inflasi di September ini juga mempercepat laju inflasi di Sumut menjadi hampir 3 persen.”Ucapnya.

 

Secara nasional, dari 66 kota dengan IHK yang diawasi BPS, sebanyak 21 diantaranya mengalami inflasi. Dimana yang tertinggi terjadi di pangkal pinang sebesar 0.74 persen, dan terendah di Dumai sebesar 0.01 persen. – Fika Rahma

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in