Home | Jurnal Medan | Metode Pemberian Kredit UMKM Salah Kaprah

Metode Pemberian Kredit UMKM Salah Kaprah

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Metode seleksi yang diberlakukan dalam pemberian kredit pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan dinilai salah kaprah. Hal ini ditegaskan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Utara.

Ketua HIPMI Sumatera Utara, Firzal Ferial Mutyara mengatakan perbankan selama ini menilai kinerja UMKM berdasarkan aset yang dimiliki. Sehingga barang jaminan sebagai tingkat kemampuan kredit dipastikan menjadi indicator. Padahal kredit pada usaha kecil dibutuhkan untuk memaksimalkan prospek bisnis yang luput dari usaha berskala besar.

 

Kondisi itu pula yang akhirnya menjadikan UMKM sulit mendapatkan bantuan kredit. Jikapun ada, bunga kredit yang dibebankan relative tinggi, akibat asumsi resiko yang cukup besar. Padahal, untuk memberikan solusi atas persoalan kredit UMKM, pemerintah harusnya dapat memanfaatkan lembaga-lembaga di bawah Kementerian Keuangan. Untuk membantu pelaku UMKM.

 

Selama pengelolaan kredit UMKM masih dibawahi perbankan, sulit membangun sector ini karena berdasarkan peraturan Bank Indonesia, terdapat kredit yang diperuntukkan bagi pembangunan capital perbankan. Karenanya, perbankan kembali diminta tidak terlalu khawatir dalam memberikan kredit pada UMKM karena seharusnya perbankan dapat memanfaatkan keberadaan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) untuk melindungi kapitalnya. wahyudi aulia siregar

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in