Home | Jurnal Medan | Ketupat Lontong Picu Inflasi Sumut

Ketupat Lontong Picu Inflasi Sumut

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara kembali mencatat inflasi yang terjadi di Sumatera Utara. Seiring dengan pergerakan harga komoditas di propinsi ini. Meski demikian, tingkat inflasi Sumut masih lebih rendah dibanding rata-rata inflasi nasional.

Kepala BPS Sumut Suharno mengatakan pada Mei 2012, Sumatera Utara mengalami inflasi 0,05 persen. Sementara inflasi nasional mencapai 0,07 persen. Inflasi di propinsi ini diperoleh berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari empat kota di Sumut. Medan dan Padang Sidempuan inflasi 0,11 dan 0,22 persen. Sementara Siantar dan Sibolga justru mengalami deflasi masing-masing 0,49 dan 0,04 persen.

 

Di Kota Medan dengan peran lebih dari 80 persen pada pendorong inlasi Sumut, komoditas penyebab inflasi agak sedikit kurang lumrah. Karena bukanlah komoditas pokok. Jika biasanya beras atau cabe yang menyebabkan inflasi, pada Mei lalu harga ketupat lontong sayur yang justru member andil terbesar. Komoditas ini naik sebesar 9,46 persen dari harga di bulan sebelumnya.

 

Dengan inflasi Mei lalu, maka inflasi kumulatif Januari hingga Mei 2012 mencapai 0,91 persen. Sementara laju inflasi tahunannya sebesar 5,27 persen. wahyudi aulia siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in