Home | Jurnal Medan | Dewan Bersikap Abu-abu Soal Perda IMB

Dewan Bersikap Abu-abu Soal Perda IMB

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sejumlah fraksi di DPRD Medan menolak untuk menandatangani Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diusulkan Pemko Medan dan telah melalui tahapan pembahasan. Namu tetap saja Ranpeda ini disahkan.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan Hasyim mengatakan, penolakan ini dilakukan fraksinya sebab masih banyaknya tarif yang memberatkan masyarakat. Seperti halnya tarif IMB rumah tapak sederhana. Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 32 tahun 2010 tentang Pedoman Izin Mendirikan Bangunan, justru telah menggratiskan pengurusan IMB.

Selain itu, pada pembahasan Harga Satuan Bangunan Gedung terdapat perbdaan mencolok antara fraksi dan Pansus. Dimana di Ranperda tercantum tarif HSBG Rp 27 ribu per meter per segi. Sehingga dikhawatirkan justru akan menimbulkan penolakan dari masyarakat, seperti halya Perda PBB yang telah disahkan sebelumnya dan harus direvisi.

T Bahrumsyah, Seketaris Fraksi PAN menyebutkan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan harus lebih rinci dalam menyebutkan angka untuk ditetapkan sebagai Perda IMB. HSBG yang ditetapkan dinas terkait sangat memberatkan masyarakat. Tambah lagi, tidak adanya kesepakatan yang dijalin dalam menentukan penetapan tersebut yang melibatkan langsung dinas trkait.

Dalam rapat terakhir yang digelar DPRD Medan itu juga terungkap kalau dalam penghitungan HSBG, Pemko Medan justru melibatkan pihak ketiga. Meski demikian, akhirnya pimpinan DPRD Medan tetap saja mengesahkan Perda IMB. Akibatnya, sejumlah fraksi melakukan walk out dari ruang rapat paripurna DPRD Medan. muhammad rizki


Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in