Home | Jurnal Medan | Penjualan Elpiji Subsidi Masih Timpang

Penjualan Elpiji Subsidi Masih Timpang

By
Font size: Decrease font Enlarge font

PT Pertamina mencatat adanya ketimpangan dalam penjualan elpiji di Sumatera bagian utara. Penjualan elpiji 3 kilogram yang disubsidi berbanding jauh bila dibandingkan dengan penjualan elpiji non subisidi.

Assistant Customer Relation PT Pertamina UPMS I Sumbagut, Fitri Erika mengatakan penjualan elpiji 3 kilogram meningkat signifikan. Sementara penjualan elpiji non subsidi jatuh ke posisi terendah selama empat tahun terakhir.

Diperkirakan kondisi ini terjadi akibat selisih harga yang cukup signifikan di antara keduanya. Diberinya kesempatan yang sama bagi siapapun untuk bisa membeli kedua jenis elpiji tersebut menjadikan banyak masyarakat beralih menggunakan elpiji bersubsidi. Setelah sebelumnya hanya memanfaatkan elpiji ukuran 12 dan 50 kg. Pertamina pun kesulitan untuk meminta masyarakat untuk menggunakan gas elpiji non subsidi.

PT Pertamina juga telah menjadi pemain tunggal dalam bisnis gas non subsidi meski pasar elpiji non subsidi terbuka untuk dimasuki kompetitor lokal maupun asing. Sehingga harusnya kehadiran kompetitor dapat memberikan pilihan yang lebih banyak bagi masyarakat.

Dalam catatan PT Pertamina, penjualan elpiji 3 kg di Sumut selama Januari hingga Maret 2012 mencapai 72 metrik ton. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan elpiji 3 kg hanya 50 ribu metrik ton. Sedangkan elpiji non subsidi, pada Januari hingga Maret 2012 mencapai 26 ribu metrik ton. Turun dibanding periode yang sama di 2011 yang mencapai lebih dari 34 ribu metrik ton. wahyudi aulia siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in