Home | Jurnal Medan | Rokok Kretek Budaya Bangsa yang Tergerus

Rokok Kretek Budaya Bangsa yang Tergerus

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Keberadaan rokok kretek Indonesia dinilai telah diperlakukan secara tidak sehat. Sebagai dampak persaingan usaha yang mempergunakan isu sumir. Hal ini diungkapkan Penulis Buku Membunuh Indonesia Konspirasi Global Penghancuran Kretek, Abhisam DM.

Abhisam DM di Medan mengatakan selama ini menghisap rokok kretek telah menjadi budaya Indonesia. Namun kini budaya itu ditentang habis-habisan oleh berbagai kelompok yang tergabung dalam gerakan anti rokok. Walau jauh di balik isu anti tembakau ini, tersirat upaya menghapus budaya bangsa dan kretek menjadi bagiannya. Perang anti tembakau ini dinilai bukan persoalan kesehatan atau hak azasi manusia tetapi lebih sebagai bentuk ketakutan industri tembakau dunia terhadap kretek Indonesia.


Pemerintah juga terkesan mengamini upaya pemberangusan budaya Indonesia melalui pemberian dukungan kepada industri tembakau asing, menggilas habis industri kretek dalam negeri. Di tengah kondisi, Indonesia yang juga harus dihadapkan pada perang melawan gerakan sosial yang mendukung pemerintah menetapkan kawasan anti rokok. Termasuk kampanya bagi masyarakat unutk mengurangi konsumsi rokok.


Sikap ini jelas semakin memojokkan industri kretek Indonesia pada tubir kehancuran. Kretek Indonesia selama ini dinilai cukup terpinggirkan di tengah persaingan dagang antara tembakau impor dan lokal. Pada dari segi kualitas, dipastikan kretek Indonesia tidak kalah saing dengan buatan luar negeri. Hanya saja, dibutuhkan pemahaman dari pemerintah untuk terus mendukung produk dalam negeri. fika rahma

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in