Home | Jurnal Medan | Ujian Nasional di Sumut Sarat Kecurangan

Ujian Nasional di Sumut Sarat Kecurangan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Lagi, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Sumatera Utara diwarnai dengan berbagai temuan kecurangan. Kunci jawaban disebar pada siswa yang membayar antara Rp 10 ribu hingga Rp 70 ribu per mata pelajaran per siswanya. Fakta ini diungkapkan oleh Komunitas Air Mata Guru.

Anggota Tim Investigasi Komunitas Air Mata Guru, Resita Lubis yang juga betugas mengawasi jalannya UN mengatakan, kecurangan tahun ini terjadi dalam bentuk kunci jawaban yang beredar sebelum ujian digelar. Siswa dituntut menghafal kunci jawaban yang disebar lewan pesan singkat (SMS) dan kemudian menyalinkan kembali pada kertas. Sesaat sebelum memasuki ruang ujian, contekan berisi kunci jawaban diselipkan di dalam kaus kaki bagian dalam dan luar untuk kunci jawaban A, B, C dan D. sementara untuk kunci jawaban E diletakkan pada dasi para siswa.


Ketua Komunitas Air Mata Guru (KAMG) Abdi Saragih menambahkan, kecurangan mirip tahun-tahun sebelumnya ini kembali terulang. Hal ini juga dapat dibuktikan melalui data dan gambar yang direkam langsung oleh tim yang terdiri dari pengawas ujian dan independen. Bukti-bukti ini dikumpulkan dari warung internet (warnet), halte bus maupun warung yang lokasinya dekat dengan sekolah.


Masih berlakunya kecurangan dalam pelaksanaan UN, bukan kesalahan siswa, kepala sekolah, kepala dinas hingga Menteri Pendidikan sekalipun. Diberlakukannya Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 yang mengharuskan siswa melalui UN, adalah pemicu segala bentuk kecurangan ini.


Ketua Tim Investigasi KAMG Beni Sinaga juga menegaskan, campur tangan pemerintah dalam pelaksanaan UN bertentangan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 61 ayat 2. Dalam pasal ini disebutkan ijazah diberikan pada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan, setelah lulus ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan terakreditasi, bukan UN yang digelar oleh pemerintah. Sehingga bila mengacu pada aturan ini, peran pemerintah hanya sebatas untuk monitoring dan evaluasi.


Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Negeri Medan Prof Ibnu Hajar yang juga ketua tim pengawas independen meminta setiap temuan ini dilaporkan secara resmi dengan bukti-bukti yang ada. Tidak sebatas menjadikannya wacana yang hanya memicu keresahan. Walau dirinya tidak membantah adanya berbagai temuan tim pengawas soal berbagai persoalan yang berlangsung pada pelaksanaan ujian tahun ini.

Apalagi, sulit untuk dipastikan kalau kunci jawaban yang dikantongi para siswa tersebut sama dengan kunci jawaban yang dicetak di Riau. Sementara proses pencetakan hingga pendistribusian soal dan kunci jawaban dilakukan begitu ketat, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih melibatkan pihak sekolah untuk melakukan pemilahan lembar soal.


Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Pendidikan bidang Monitoring dan Evaluasi di Sumatera Utara Mutsuhito Sholin mengaku UN menjadi pilihan terberat yang ditempuh Menteri Pendidikan Muhamad Nuh. Mengingat undang-undang mengharuskan adanya ujian yang digelar secara nasional dalam standar yang sama. Dalam rangka menentukan kompetensi siswa yang menjadi salah satu acuan tingkat kelulusan.


Meski sebenarnya, dalam persidangan yang digelar hingga tingkat Mahkamah Agung  setelah adanya gugatan citizen lawsuite  pelaksanaan UN harus ditunda hingga adanya standar dan fasilitas yang sama dalam aktivitas belajar dan mengajar. Namun berdasarkan survei yang dilakukan secara acak, standar nilai kelulusan yang diberlakukan dipandang sudah sesuai untuk diberlakukan. Kelulusan ditetapkan berdasarkan akumulasi dari total nilai yang diperoleh siswa, baik nilai UN maupun nilai yang diberikan sekolah. Tim

Subscribe to comments feed Comments (5 posted)

avatar
Action requires knodlewge, and now I can act!
avatar
Good to see real expertise on display. Your <a href="http://abpuevp.com">coitbnrution</a> is most welcome.
avatar
Stay inifrmatove, San Diego, yeah boy! http://jmrngzqcni.com ufqrwwgbwy [link=http://prcvlkc.com]prcvlkc[/link]
avatar
Good to see a <a href="http://umwwtlz.com">taenlt</a> at work. I can't match that.
avatar
If you're looking to buy these arlietcs make it way easier. http://ifbduuzuf.com kcfkdn [link=http://fiwijfg.com]fiwijfg[/link]
total: 5 | displaying: 1 - 5

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in