Home | Jurnal Medan | Sumut Deflasi di Tengah Pergerakan Harga

Sumut Deflasi di Tengah Pergerakan Harga

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat terjadinya deflasi pada perekonomian Sumut selama Maret 2012. Meski dalam kurun waktu yang sama tercatat terjadinya pergerakan harga sejumlah barang kebutuhan di pasar.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, OK Hajizi mengatakan Sumatera Utara mengalami deflasi sebesar 0,27 persen. Struktur deflasi ini dibentuk atas tingkat perkembangan harga di kota dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). Meliputi Kota Medan, Pematang Siantar, Sibolga dan Padang Sidempuan yang masing-masing mengalami deflasi.

Kota Medan dan Pematang Siantar tercatat mengalami deflasi 0,26 dan 0,39 persen. Sibolga dan Padang Sidempuan masing-masing 0,44 dan 0,14 persen.

Dari kondisi itu, Medan menjadi kota dengan peran lebih dari 80 persen pada tingkat perekmbangan harga. Dalam catatan BPS, deflasi disebabkan oleh turunnya harga sejumlah komoditi barang kebutuhan pokok. Dimana, ayam ras dan beras memiliki andil terbesar. Harga keduanya turun lebih dari 8 persen dan rata-rata 1,3 persen.

Deflasi pada Maret juga menyebabkan laju inflasi kumulatif 2012 mencapai 0,36 persen. Sementara terhadap laju inflasi tahunan Maret 2011-Maret 2012, deflasi meningkat hampir 4 persen. Walau pada kenyataannya, harga sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan hampir 10 persen. Hal ini terungkap dari inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Pemerintah Kota Medan, Bank Indonesia dan Perum Bulog pada pekan lalu. wahyudi aulia siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in