Home | Jurnal Medan | USU dan UNIMED Diminta Kurangi Kuota Mahasiswa Asing

USU dan UNIMED Diminta Kurangi Kuota Mahasiswa Asing

By
Font size: Decrease font Enlarge font

DPRD Sumatera Utara meminta Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan, Membatasi Kuota Mahasiswa Asing di Program Studi Favorit. Hal ini Guna Memberikan Kesempatan Lebih Luas Bagi Mahasiswa Lokal. Kedua Universitas Itu Pun Meminta Tambahan Dana Bantuan Sebagai Kompensasinya.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara Zulkifli Husein mengatakan, kebijakan USU dan Unimed yang memberikan kesempatan cukup luas bagi mahasiswa asing, dinilai kurang bijaksana. Karena menekan angka partisipasi siswa lokal  di program studi yang tergolong favorit.

Di USU misalnya, menjadi kurang adil jika mahasiswa asal Malaysia diberikan 100 kursi pertahun di fakultas kedokteran dengan seleksi khusus, sementara mahasiswa lokal hanya mendapatkan 400 kursi melalui seleksi SNMPTN.

Zulkifli juga mengatakan, USU dan Unimed sebagai universitas milik pemerintah  diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia secara luas. Kedatangan mahasiswa asing itu sejatinya dinilai mampu memberikan dampak positif bagi pelajar lokal, sehingga sudah seharusnya kuota tersebut disebar di seluruh jurusan  dan tidak hanya di fakultas favorit saja. Pemerataan ini penting dilakukan, agar percepatan kualitas pendidikan di masing-masing universitas juga dapat dilakukan.

Zulkifli juga menegaskan, DPRD Sumatera Utara siap memfasilitasi kedua universitas untuk mendapatkan tambahan dana bantuan pemerintah, sebagai substitusi dari dana yang didapatkan melalui keberadaan mahasiswa asing itu. Pemerintah kabupaten kota pun dinilai tidak akan keberatan memberikan subsidi belajar bagi mahasiswa asal daerahnya,  asalkan mendapatkan kepastian kuota sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan universitas.

Menjawab hal itu, Pembantu Rektor 1 USU, Zulkifli Nasution mengatakan  pihaknya menyambut baik permintaan DPRD. Diakui ada pemberian prioritas bagi mahasiswa asing  khusus untuk program studi kedokteran, mengingat biaya pendidikan kedokteran yang cukup tinggi.

Diperkirakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp.34 juta pertahun, sementara mahasiswa asing membayar lebih dari Rp.80 juta. Sehingga kelebihan dana itu, dapat digunakan sebagai subsidi silang bagi mahasiswa. Kondisi ini diakui terpaksa dilakukan mengingat minimnya anggaran yang dimiliki USU untuk menjaga kualitas pendidikannya. USU pun menyambut baik rencana DPRD memfasilitasi substitusi dana yang didapatkan dari mahasiswa asing itu, meski selama ini bantuan dana pemerintah cenderung terlambat dan susah direalisasikan akibat panjangnya prosedur .

Sementara itu terkait pemerataan kuota di tiap-tiap program studi diakui sulit dilakukan, karena pada dasarnya kerjasama yang dibangun antara pemerintah negara asing seperti Malaysia dan USU, berdasarkan program studi . Pemerintah Malaysia sendiri diakui telah meminta beberapa program studi diluar kedokteran, namun karena minat mahasiswa lokal masih tinggi di program studi yang diminta, USU pun belum mengabulkannya.

Sementara itu  pembantu rektor II Universitas Negeri Medan Chairul Azmi mengaku keberadaan mahasiswa asing di Unimed cederung tanpa masalah. Unimed diakui tidak memberikan kuota khusus bagi mahasiswa asing yang ingin belajar di universitas tersebut. Meski diakui minat mahasiswa asing  khususnya Malaysia cukup tinggi dibeberapa program studi, namun belum sampai mengganggu eksistensi mahasiswa lokal. Lagipula mahasiswa asing yang mengenyam pendidikan di unimed diakui mengambil program studi yang spesifik , yang kurang diminati mahasiswa lokal. Begitupun bantuan dana pemerintah propinsi diharapkan terus mengalir karena selayaknya USU, Unimed juga memberlakukan subsidi silang terhadap mahasiswa asing itu.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in