Home | Jurnal Medan | Sejarah Lokal Jauh dari Kurikulum Pendidikan

Sejarah Lokal Jauh dari Kurikulum Pendidikan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sejarah masa lalu dan kejayaan Sumatera Utara maupun daerah-daerah di dalamnya tidak pernah masuk dalam kurikulum pendidikan yang akan diajarkan pada siswa di daerah ini. Sehingga generasi muda Sumatera Utara tidak pernah mendapatkan pendidikan dan pemahaman sejarah daerahnya sendiri.

Direktur Konsultan Pendidikan Indonesia (Kopindo) Sumatera Utara, Jauharis Lubis mengatakan Kota Medan merupakan surganya para pendidik handal maupun profesor yang ada. Namun tidak satu pun di antaranya yang pernah berbagi informasi dan menuliskan aset sejarah, tokoh, serta ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan propinsi ini.

 

Salah satu contohnya, isi dari buku yang beredar, lebih menampilkan lokasi yang sama sekali tidak diketahui anak didik. Padahal Sumut memiliki Candi Portibi yang kurang diekspos serta tokoh-tokoh pejuang yang cukup terkenal di masa penjajahan Belanda pada saat perebutan lokasi bersejarah ini terjadi. Sehingga keberadaan sejumlah mobil pintar serta perpustakaan mejadi sia-sia, sebab tanpa buku yang dikarang oleh pengarang lokal.

 

Padahal, alokasi program untuk dunia pendidikan di tanah air sangat besar namun program sejenis ini tetap tidak pernah diagendakan. Walau ada persoalan sejarah menjadi bagian dari perkembangan sebuah negara yang tidak dapat dipisahkan. muhammad rizki

Subscribe to comments feed Comments (1 posted)

avatar
Thre'es nothing like the relief of finding what you're looking for.
total: 1 | displaying: 1 - 1

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in