Home | Jurnal Medan | Supir Siap Naikkan Tarif Angkutan Umum

Supir Siap Naikkan Tarif Angkutan Umum

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Di tengah ramainya penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tanah air, sejumlah kalangan supir dan pemilik angkutan umum di Kota Medan justru mendukung pemerintah untuk segera menerbitkan kebijakan tersebut.

Sekretaris Kesatuan Supir dan Pemilik Angkutan (Kesper) Kota Medan, Israel Situmeang mengatakan kenaikan harga premium akan langsung disikapi oleh seluruh pemilik angkutan, dalam bentuk menaikkan tarif angkutan. Tarif bagi pelajar dan mahasiswa yang selama ini Rp 2.500 akan dinaikkan menjadi Rp 3 ribu. Sedangkan untuk penumpang umum, akan dinaikkan dari Rp 3 ribu menjadi Rp Rp 4 ribu.

 

Hal ini didasari oleh kenaikan harga suku cadang yang sudah terjadi. Kondisi ini diakui oleh supir angkutan umum KPUM trayek 64 Raden Simanjuntak. Kenaikan saat ini diakui sudah terjadi terhadap beberapa jenis suku cadang, di antaranya ban. Sehingga otomatis, ketika harga BBM dinaikkan, harga suku cadang akan kembali disesuaikan.

 

Meski demikian, Lever Silaban supir angkutan umum lainnya justru mengaku keberatan atas adanya rencana sejumlah pemilik dan supir angkutan, menaikkan ongkos. Tarif yang berlaku saat ini saja sudah memicu menurunnya jumlah penumpang. Masyarakat lebih banyak memilih untuk menggunakan sepeda motor, ketimbang angkutan umum.

 

Respon penolakan juga datang dari masyarakat pengguna angkutan umum, Imah. Ongkos yang saat ini harus dikeluarkannya dari rumahnya di kawasan Sunggal menuju ke Terminal Terpadu Amplas ketika hendak mudik ke Kota Pematang Siantar, saat ini Rp 10 ribu. Belum termasuk ongkos dari Medan ke Pematang Siantar. Sehingga kenaikan tarif dipastikan akan terasa lebih memberatkan lagi.

 

Sementara itu, dalam sepekan terakhir, di Kota Medan tercatat sejumlah aksi demonstrasi terus bergulir. Pemerintah didesak mengkaji ulang rencana untuk menaikkan harga BBM. Rencana kenaikan BBM justru dipandang sebagai kebijakan yang mengakomodir kepentingan asing. Kenaikan harga BBM dipastikan hanya akan semakin menyengsarakan rakyat dan hanya menguntungkan pemerintah, yang harusnya memiliki pilihan yang lebih baik soal perminyakan dan energi. muhammad rizki

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in