Home | Jurnal Medan | Produksi Karet Sumut Belum Mencukupi Kebutuhan Industri Lokal

Produksi Karet Sumut Belum Mencukupi Kebutuhan Industri Lokal

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dinas Perkebunan Sumatera Utara memastikan produksi karet Sumatera Utara belum cukup untuk memenuhi kebutuhan industri lokal. Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara Aspan Sopian Batubara mengatakan, total produksi karet pertahun hanya berkisar di 460 ribu ton. Sementara kapasitas tampung industri lokal, mencapai 800 ribu ton.

Dalam kondisi itu pelaku industri berbahan baku karet, terpaksa mendatangkan pasokan sekitar 350 ribu ton dari Aceh, Sumatera Barat dan Riau. Kondisi itu pula yang membuat daya saing produk karet asal Sumatera Utara menjadi menurun.

Oleh karena itu perusahaan negara yang memiliki perkebunan karet di Sumut maupun pemerintah daerah, diminta membantu petani karet meremajakan tanamannya.

Mengingat 30 % tanaman karet petani di sumut saat ini, tidak lagi produktif . Padahal ditengah tingginya permintaan industri lokal maupun dengan adanya rencana pemerintah propinsi sumatera utara membangun hilirisasi produk karet di kabupaten Serdang Bedagai, maka ketersediaan pasokan menjadi sangat penting.

Menyinggung persoalan tentang adanya perusahaan kelapa sawit maupun perorangan asal Malaysia, yang memiliki investasi perkebunan sawit di Sumatera Utara, Aspan Batubara mengatakan, hanya 110 ribu hektar yang tercatat dikelola perusahaan asing. Selebihnya merupakan perkebunan yang dikelola Perusahaan Perkebunan Negara, maupun petani lokal.

Dari 4 perusahaan asing itupun, hanya 2 perusahaan yang terbilang memiliki lahan cukup luas diatas 30 ribu hektar, yang tersebar di Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Asahan. Sehingga adanya kabar investasi baru perkebunan sawit oleh perusahaan Malaysia, hanyalah sebatas wacana.

Apalagi pemerintah propinsi Sumatera Utara dan kabupaten kota melarang alih fungsi lahan baru umtuk perkebunan sawit. Meski mengaku belum ada penanaman modal asing baru dalam ekspansi perkebunan sawit yang tercatat. Aspan mengakui adanya informasi terkait peralihan hak atas investasi yang dilakukan sejumlah investor Malaysia. Namun hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari Badan Pengelola Perijinan Terpadu BPPT Sumut, sebagai pihak yang berwenang mengurus persoalan pengalihan tersebut.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in