Home | Jurnal Medan | Pertumbuhan Kredit Properti Melambat

Pertumbuhan Kredit Properti Melambat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Bank Indonesia mencatat terjadinya pelambatan kredit properti yang selama ini dikucurkan perbankan di Sumatera Utara. Kondisi ini diperkirakan terjadi seiring dinamisasi perekonomian yang berlangsung di awal tahun.

Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia Medan, Mikael Budi Satrio mengatakan berdasarkan catatan Bank Indonesia hingga Januari 2012, realisasi kredit properti mencapai sekitar Rp 1 triliun. Meningkat sekitar 65 % bila dibandingkan Januari 2012 yang hanya Rp 627 miliar.
 
Pelambatan pertumbuhan kredit ini juga kontras bila dibandingkan Desember 2011 lalu yang mencapai 75 % dari hampir Rp 542 miliar menjadi Rp 951 miliar. Dampak dari dinamisasi perekonomian di awal tahun yang juga cenderung melambat seiring peningkatan kebutuhan hidup pada sektor lainnya.
 
Berdasarkan data BI, total kredit properti di Sumatera Utara utamanya diserap oleh real estate besar maupun apartemen. Dari total sekitar Rp 1 triliun kredit properti, 64 % terserap untuk kalangan tersebut. Sedangkan untuk perumahan rakyat hanya sekitar Rp 100 miliar atau 10 %  dari total kredit properti. Sementara rumah toko (ruko) maupun rumah kantor, serapan kredit mencapai Rp 128 miliar atau 12 % dari total kredit properti secara keseluruhan.
 
Meski kredit untuk real estate mewah dan apartemen mendominasi total kredit properti di Sumut, Bank Indonesia tetap mengklaim rasio kegagalan kredit non performing loan (NPL) kredit properti masih relatif terjaga di angka 1,69 %. NPL kredit properti ini tumbuh hampir 2 kali lipat jika dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. wahyudi aulia siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in