Home | Jurnal Medan | Preman Kuat Karena Dibekingi Aparat

Preman Kuat Karena Dibekingi Aparat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Aksi premanisme masih dipandang sebagai ancaman yang sangat meresahkan masyarakat Sumatera Utara. Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) pun dianggap sebagai bagian penting dari aksi-kasi jalanan tersebut.

Seorang warga Jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan, Frans Marbun mengatakan sering mendapati aksi premanisme yang melibatkan anggota Ormas maupun OKP. Tindakan yang mereka lakukan cenderung bertujuan untuk menunjukkan eksistensi semata. Sehingga dengan adanya wadah berhimpun, oknum tersebut dengan mudah memanfaatkan wadah yang mereka masuki untuk mencari keuntungan pribadi.
 
Sementara Putra, warga Martubung mengaku, selain kerap bertindak anarkis, anggota Ormas dan OKP juga kerap memicu keresahan dan terlibat dalam aksi korupsi di instansi pemerintahan. Dalam bentuk perebutan proyek yang akan digulirkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pemerintah daerah. Khususnya paska mata anggaran program ditetapkan.
 
Menanggapi tudingan ini, Bendahara Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Medan yang juga Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah mengaku sebuah organisasi dibentuk dalam rangka membina orang-orang yang terlibat di dalamnya. Selama organisasi menjalankan aturan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi, dipastikan tidak akan terjadi permasalahan. Namun jika ada oknum yang melakukan tindakan premanisme dengan mengatasnamakan organisasi, sanksi tegas pun akan tetap diberikan kepada oknum tersebut sesuai peraturan organisasi.
 
Meski demikian, Ilhamsyah tidak menampik, kelompok yang menganut paham kebebasan ini juga dipelihara oleh oknum tertentu, yang harusnya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Sebab jika saja aparat kepolisian tegas mengatasi aksi premanisme, dapat dipastikan tindakan yang ditimbulkan dari kelompok preman ini tidak akan berkelanjutan. Selama ini pula, pelaku aksi premanisme hanya mendapatkan sanksi uji coba saja.
 
Sedangkan Sekretaris Jama’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) yang juga Wakil Ketua I Badan Musyawarah Karo Sumut, Burhanuddin Sitepu mengaku aksi premanisme selama ini identik terkoordinir dalam sebuah wadah organisasi. Walau diakui organisasi yang tercatat di Kesbanglinmas harusnya tidak terlibat dalam tindakan anarkis. Sebab pemerintah juga harusnya tidak akan tinggal diam melihat kejahatan jalanan ini terus berlangsung. muhammad rizki
 

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in