Home | Jurnal Medan | DPRD Sumut Tetapkan 7 Nama Komisioner KPID

DPRD Sumut Tetapkan 7 Nama Komisioner KPID

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Setelah melalui proses panjang yang dimulai dari seleksi yang digelar Panitia Seleksi (Pansel) dan berlanjut pada tahapan yang digelar Komisi A DPRD Sumatera Utara, 7 nama komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumut akhirnya ditetapkan.

Namun, 7 nama komisioner itu menuai beragam respon. Koordinator KPID Watch, Eddy Iriawan mengatakan terpilihnya tujuh komisioner ini, semakin mengencangkan aroma transaksi politik yang berlangsung dalam proses yang digelar dewan. Walau tanpa bukti, namun berbagai informasi soal permintaan uang yang diungkapkan langsung oleh para calon komisioner pun diterima KPID Watch.

Dugaan ini diperkuat dengan ungkapan kekecewaan yang disampaikan oleh Pansel yang sebelumnya lebih dahulu menilai para calon komisioner. Seperti halnya soal keterwakilan gender, hanya 1 orang komisioner perempuan yang terpilih. Sehingga terkesan DPRD Sumatera Utara telah mengesampingkan aturan yang mengatur soal keterwakilan perempuan 30 %  pada instansi pemerintah maupun institusi lainnya.

Apalagi, dari hasil seleksi yang sebelumnya diterbitkan Pansel, beberapa perempuan yang muncul dianggap memiliki kapabilitas yang tinggi, yang dibuktikan dengan nilai-nilai terbaik yang diperoleh para kaum hawa tersebut. Sehingga semakin megaburkan standar yang sesungguhnya dipergunakan dewan dalam menetapkan calon komisioner.

Namun beragam dugaan tadi dibantah oleh Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara Isma Fadli Pulungan. Menurutnya, ke 7 nama yang dihasilkan dewan merupakan hasil demokrasi. Sebab komisioner terpilih berdasarkan pemungutan suara terbanyak dan dilakukan secara terbuka di depan publik. Seperti halnya dihadiri langsung oleh Sekretaris KPID Sumut dan media massa.

Bantahan serupa juga disampaikan Rinawati Sianturi, anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara. Menurutnya, proses demokrasi yang berlangsung dalam pemilihan komisioner KPIDSU ditetapkan berdasarkan nilai akademis dan pengalaman para calon. Rumor suap dan titipan yang selama ini dituduhkan pada dewan juga dipastikan tidak beralasan.

Bantahan lainnya juga datang dari anggota komisi lainnya, Suasana Dachi. Dari penilaian komisinya hanya satu perempuan yang memiliki kualitas dan nilai sesuai standar. Prosedur yang berlangsung juga sudah benar tanpa intervensi dari pihak mana pun. Penilaian yang dilakukan dewan juga tidak berdasarkan penilaian Pansel namun sepenuhnya penilaian berlandaskan hak prerogatif dewan.

Ke 7 nama yang ditetapkan Komisi A untuk menjabat sebagai komisioner KPID Sumatera Utara, dua di antaranya merupakan wajah lama. Yakni, Abdul Haris Nasution dan Edy Syahputra Sormin. Sementara lima wajah baru yang terpilih; Asfan Dahrian, Parulian Tampubolon, Mutia Atiqah, Rachmad dan Syafruddin Pohan. Masing-masing dengan perolehan suaranya. Meski demikian, nama-nama ini belum diumumkan sebab masih menunggu beberapa proses administratif.  fika rahma

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in