Home | Jurnal Medan | Lagi, Bangunan Budaya Di Medan Akan Di Hancurkan

Lagi, Bangunan Budaya Di Medan Akan Di Hancurkan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Perkebunan Nusantara PTPN II berencana menjual aset bersejarah Rumah Sakit Tembakau Deli. Tindakan ini diduga demi menutupi kebutuhan dana operasional maupun gaji Karyawan. Aksi protes pun bermunculan dari berbagai pihak termasuk peneliti sejarah asal Belanda.

Sejarawan asal Belanda Dirk Buiskool mengatakan, sudah banyak peninggalan bersejarah di kota Medan yang hilang begitu saja maupun beralih fungsi. Kini giliran Rumah sakit Tembaku Deli yang akan dijual PTPN II. Padahal ketika bertemu dengan Almarhum Lukman Sinar beberapa tahun yang lalu, mereka pernah mewacanakan tentang wisata perkebunan yang identik dengan masa kolonial. Sebab pada masa kejayaannya, Rumah sakit Tembakau Deli yang berdiri pada tahun 1870 ini, menjadi satu-satunya rumah sakit yang menampung seluruh pekerja perkebunan  di bawah pengawasan VOC. Namun karena Rumah Sakit sudah tidak beroprasi lagi dan bangunan bersejarah telah banyak beralih fungsi,maka niat baik itu tidak pernah terwujud hingga saat ini.

Sementara itu Ichwan Azhari, Kepala Pusat Studi Sejarah dan ilmu Sosial PUSSIS Unimed berpendapat, musnahnya rumah sakit tembakau deli ini, akan menambah rentetan panjang daftar ciri kota medan yang hilang dari peradaban, sehingga warga kota Medan seolah tidak pernah bertautan dengan masa lalu. Padahal  harusnya kepedulian bangsa luar yang mendirikan rumah sakit dikota ini menjadi bukti sejarah.

Secara terpisah, anggota Dewan Kota Medan Tengku Aidil mendesak forum peduli rumah sakit tembakau deli segera menyurati Walikota Medan. Sebagai bagian dari keturunan Sultan Deli , dia sangat menyayangkan hilangnya bangunan bersejarah dikota medan satu demi satu.

Menanggapi hal ini, profesor bidang hukum agraria Mariam Darus mengatakan, siapapun tidak berhak menentukan tanah yang berstatus hak guna usaha, menjadi milik pribadi termasuk PTPN II. Sepengetahuannya, hukum adat telah mendapat pengakuan sebagai sumber hukum. Terkait kasus ruislag yang akan dilakukan PTPN II dengan dalih apapun, merupakan tindakan melanggar hukum. Jika kontrak perusahaan perkebunan itu telah berakhir  maka status tanah tersebut kembali kepada masyarakat adat.

Koordinator Gerakan Penyelamatan Rumah Sakit Tembakau Deli Edy Ikhsan mengatakan, akan melaporkan Dirut PTPN II berserta jajarannya  atas tindakan perubuhan aset sejarah yang terbukti dengan sejumlah dinding , dan atap bangunan serta pintu yang sudah hilang dan tidak tahu siapa pelakunya.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in