Home | Jurnal Medan | 200 UMKM Gulung Tikar

200 UMKM Gulung Tikar

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sebanyak 15 % atau sekitar 200 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah UMKM di Sumut gulung tikar sejak pemberlakuan perdagangan bebas ASEAN – China ACFTA 2010 lalu. Ketua UKM Center Sumatera Utara Deni Faisal Mirza mengatakan, rendahnya daya saing, membuat produk lokal semakin ditinggalkan dan berdampak pada menurunnya tingkat perekonomian pelaku UMKM.

Kondisi ini akhirnya memaksa para pelaku UKM beralih profesi  menjadi pekerja. Apalagi dukungan yang diwacanakan pemerintah hingga saat ini masih sebatas pencitraan semata, khususnya dalam hal perijinan dan penyediaan modal. Subsektor UMKM yang paling banyak gulung tikar diakui terjadi pada industri rumahan atau home industri ,seperti industri kulit, sepatu , tas maupun industri makanan.

Lebih lanjut Deni menegaskan, angka 15 % yang ada saat ini berpeluang untuk terus bertambah jika belum ada langkah konkret dari pemerintah dalam mendukung tumbuhnya UMKM. Apalagi rencana pemerintah membebankan pajak pada seluruh pelaku UMKM diperkirakan akan membuat 60 %  pelaku UMKM bermodal dibawah Rp.50 juta akan kesulitan untuk bertahan. Pemerintah pun diminta mengkaji kembali rencana pembebanan pajak tersebut.

Disamping 60 % pelaku UMKM yang diperkirakan akan sulit bertahan, 20 % pelaku UMKM bermodal Rp 50 hingga 500 juta, diperkirakan juga akan mengalami penurunan produktifitas  maupun staganasi pertumbuhan, jika pemerintah tidak segera mereposisi peran dalam perjanjian perdagangan bebas ACFTA  maupun meninjau kembali rencana pembebanan pajak tersebut .

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in