Home | Jurnal Medan | Pembangunan Industri Hilir Karet di Banten Aneh

Pembangunan Industri Hilir Karet di Banten Aneh

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dicanangkannya Propinsi Banten sebagai lokasi pembangunan industri hilir atas produk turunan karet, dipandang sebagai kebijakan aneh. Banten maupun daerah lainnya di Jawa, dipastikan bukanlah daerah penghasil karet di Indonesia. Pemerintah pusat pun diminta meninjau ulang kebijakan ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis mengatakan penerbitan kebijakan penunjukan kawasan bagi industri hilir diharapkan dapat mengedepankan azas efisiensi. Sebab pembangunan industri hilir di Propinsi Banten hanya akan menjadi persoalan baru. Sebab seluruh hasil produk karet yang dihimpun di setiap daerah sentra produksi harus dikirimkan ke Banten, dengan biaya transportasi yang mahal.

 

Akibat kebijakan ini pula, petani kembali akan menjadi pihak yang paling dirugikan. Sebab petani akan dibebani biaya transportasi, dalam bentuk harga jual produk yang menjadi lebih murah. Belum lagi, infrastruktur jalur distribusi yang hingga kini belum bias diatasi oleh pemerintah yang akan semakin memperparah kondisi yang ada.

 

Pemerintah Sumatera Utara sendiri diakui tengah mengajukan 20 rencana proyek pada pemerintah. Sebagian besar masuk dalam proyek pembangunan infrastruktur perhubungan dan industri serta pembangunan industri karet. Proyek yang diharapkan dapat semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumut ini ditarget terealisasi dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.

 

Diakui Riadil Akhir Lubis pula, di samping pembangunan infrastruktur perhubungan maupun industri, Pemerintah Sumatera utara sejak tahun 2010 silam telah mengusulkannya. Mengingat saat ini lebih dari 20 ribu hektar lahan pertanian di Sumut terancam akibat ketiadaan infrastruktur yang memadai. Sayangnya, usulan ini belum direspon oleh pemerintah pusat. wahyudi aulia siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in