Home | Jurnal Medan | Cabe Kembali Hantui Peningkatan Inflasi Sumut

Cabe Kembali Hantui Peningkatan Inflasi Sumut

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Masyarakat Sumatera Utara ternyata dirugikan oleh sistem perdagangan bebas komoditas pertanian,terutama cabe,untuk wilayah Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara,M Roem mengatakan,rendahnya harga produk pertanian seperti cabai di Sumatera Utara membuat petani lebih memilih memasarkan produknya ke daerah lain dengan harga yang lebih tinggi. Contohnya ,jika di Jakarta harga jual cabai pernah mencapai Rp.90.000/kilogram sedangkan di Sumatera Utara masih diangka Rp.40.000/kilogram. Otomatis,para petani Sumatera Utara memilih menjual produknya di Jakarta,dibandingkan memenuhi kebutuhan di daerah sendiri. Jika harga di beberapa daerah lain cukup stabil,maka produk ini dapat dibagi rata. Akan tetapi apabila di suatu daerah mengalami gagal panen,maka kecenderungan melempar produk ke daerah lain akan lebih tinggi.

Penyamarataan hasil panen di seluruh wilayah penghasil komoditas pertanian di Indonesia sangat berpengaruh untuk Sumatera Utara.Apalagi,harga jual daerah lain yang cenderung lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara.Fika Rahma

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in