Home | Jurnal Medan | Pemerintah Diminta Serius Tanggapi Isu CPO Indonesia tidak ramah lingkungan.

Pemerintah Diminta Serius Tanggapi Isu CPO Indonesia tidak ramah lingkungan.

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pemerintah diminta serius menanggapi isu tidak ramah lingkungan produk CPO asal Indonesia dari LSM di Amerika Serikat yang mengakibatkan ditolaknya ekspor CPO Indonesia di Amerika.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Utara , Timbas Ginting mengatakan, pemerintah Amerika memberikan waktu selambatnya 30 hari bagi Indonesia untuk menjawab tudingan tersebut. Akan tetapi sampai saat ini  pemerintah Indonesia terkesan tidak peduli dengan tudingan tersebut.

Hal ini sangat disesalkan, mengingat selama ini,  pemerintah Indonesia lebih rajin mengutip pajak CPO serta meningkatkan bea keluar bagi ekspor CPO. Namun dengan adanya tudingan ini pemerintah indonesia justru terkesan tidak merespon.

Timbas Ginting menambahkan, penolakan atau isu tidak ramah lingkungannya CPO asal Indonesia, ditengarai karena persaingan usaha. Mengingat saat ini beberapa perusahaan asal Amerika sedang memproduksi minyak nabati dari bahan jagung. Sehingga perlindungan akan minyak jagung ini membuat lembaga nirlaba dan pemerintah Amerika sendiri, melakukan proteksi dengan cara menuding CPO asal indonesia dan menolak masuknya CPO ke negara mereka .

Walaupun ekspor CPO Indonesia ke Amerika terbilang cukup sedikit  yaitu sekitar 62 ribu ton, akan tetapi pengaruh dari isu ini dikhawatirkan akan menjadi kendala  bagi ekspor CPO indonesia ke negara tujuan utama lainnya.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia diminta secepatnya mengklarifikasi persoalan ini  agar tidak berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian khususnya di Sumatera Utara , sebagai penghasil CPO terbesar di Indonesia .

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in