Home | Jurnal Medan | PGN Kewalahan Penuhi Kebutuhan

PGN Kewalahan Penuhi Kebutuhan

By
Font size: Decrease font Enlarge font
Harapan masyarakat Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam dan Pekanbaru, Riau untuk mendapatkan bahan bakar rumah tangga yang bersih dan murah seperti di sejumlah negara maju, masih jauh dari harapan. Kondisi ini dipicu oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) belum mampu memaksimalkan pelayanan.
 
General Manager Wilayah Distribusi 3 Sumatera Bagian Utara PT PGN Persero, Mugiono mengatakan hingga kini hanya sekitar 19 ribu rumah tanga yang menikmati pasokan gas dari pemerintah. Atau total hanya dua persen dari total pasokan sekitar 12 juta kaki kubik per hari di wilayah distribusi 3.
 
Konsumen rumah tangga pun bukan target bisnis PGN, sebab harga gas yang diberlakukan pada konsumen rumah tangga jauh lebih rendah dibandingkan harga keekonomian gas. Sehingga PGN harus mensubstitusi keuntungan dari penjualan gas pada kelompok industry dan komersial. Demi tetap dapat mendistribusikan gas pada konsumen rumah tangga.
 
Mugiono mengakui, dengan kebijakan belum dijadikannya rumah tangga dan industri sebagai prioritas, sulit bagi PT PGN untuk memperluas cakupan layanannya. Karena terbatasnya pasokan untuk kebutuhan prioritas, seperti eksplorasi minyak, industry pupuk dan pembangkit listrik.
 
Khusus untuk wilayah Medan, seluruh daerah di sekitar pusat kota dipastikan telah terlayani dengan jaringan pipa gas. Meski belum semua rumah yang dapat dialiri. Sedangkan pada kawasan pinggiran, hanya pada beberapa pemukiman saja yang terlayani, seperti pada perumahan elit Taman Setia Budi Indah dan Cemara Asri. Sementara untuk industri dan komersil, saat ini telah mencapai 54 pelanggan di Sumatera Utara.
 
Ke 54 industri dan puluhan lainnya di wilayah NAD dan Riau menyerap 98 persen dari 12 juta kubik per hari pasokan yang ada. Eksistensi jumlah pelanggan industry itu pun terancam berkurang, seiring terus berkurangnya kuantitas pasokan gas dari mitra PT PGN.
 
Sementara itu, berdasarkan keputusan Badan Pengaturan Hilir Minyak Bumi dan Gas (BPH Migas) untuk Medan dan sekitarnya, tariff rumah tangga dibandrol pada angka Rp 2.450 hingga Rp 2.950 per meter kubik. Sementara untuk kelompok industri, dipatok pada harga US$ 7 – US$ 9 per metrik ton. Tarif ini dipastikan masih jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar lainnya, seperti premium. Sementara gas hanya Rp 2.700 rupiah per satuan setara premium. wahyudi aulia siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in