Home | Jurnal Medan | Ikan Impor Hanya untuk Industri

Ikan Impor Hanya untuk Industri

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan mendesak pengusaha menghentikan impor ikan, ketika jumlah hasil tangkapan ikan nelayan besar. Pengusaha juga diingatkan untuk tidak menyuplai ikan impor ke pasar tradisional.

Medan – Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan mengingatkan pengusaha perikanan di Kota Medan untuk menghentikan impor ikan dan tidak memasarkan ikan impor ke pasar-pasar tradisional. Hal ini diharapkan dapat menjadi upaya mengembalikan masa-masa kejayaan nelayan.
 
Kepala Distanla Kota Medan, Wahid pada Smart FM mengatakan desakan penghentian impor ini diharapkan dapat dipatuhi pengusaha. Sebab selama ini, impor justru dilakukan pada saat nelayan tengah meraup hasil melaut yang besar. Sehingga hasil melaut nelayan tidak tertampung oleh industri pengolahan yang berbahan baku ikan.
 
“Impor itu kalau dalam aturannya hanya untuk konsumsi industri, ketika pasokan dari nelayan lokal terbatas,” ungkap Wahid.
 
Namun kondisinya saat ini justru jauh dari kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Impor ikan malah telah merambah pasar tradisional. Berupa dipasoknya ikan impor ke pasar. Sehingga dipastikan semakin mematikan nelayan, yang selama ini bergantung sepenuhnya pada pasar-pasar tradisional sebagai lokasi penjualan hasil melaut.
 
Wahid juga mengaku, Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan agar pengendalian kebutuhan ikan di daerah diserahkan sepenuhnya pada pemerintah daerah. Agar dapat diawasi secara penuh.
 
Selain itu, dalam upaya meningkatkan pendapatan para nelayan Kota Medan, Distanla juga telah berupaya melakukan revitalisasi terhadap nelayan skala kecil. Melalui penyaluran bantuan dari kementerian, berupa pengucuran dana segera Rp 100 juta untuk dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan. Serta mendirikan pabrik-pabrik es yang nantinya diharapkan membantu nelayan dalam mengendalikan biaya operasional.
 
Meski demikian, usaha tersebut tidaklah mudah. Sebab terdapat beragam kebutuhan perbaikan yang harus dilakukan bertahap. Agar kehidupan nelayan tradisional di Kota Medan dapat lebih sejahtera. Apalagi, persoalan penghasilan nelayan juga bergantung pada siklus pasang surut tangkapan nelayan yang dipengaruhi oleh faktor cuaca yang kerap berubah-ubah di perairan Indonesia. (muhammad rizki)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in